Jumat, 18 April 2008

Euro terus Menguat

Nilai tukar EURO terhadap USD diperkirakan akan terus meningkat sampai ke level psikologis 1.6000
Hal ini dipengaruhi oleh masih terjadinya kekhawatiran terhadap resesi di Amerika. Meskipun data inflasi di Eropa meningkat, namun selama 2 hari terakhir, EURO terus berusaha menembus level 1.6000
Saya perkirakan minggu depan nilai EURO sudah mampu melewati level 1.6000

Rabu, 16 April 2008

Konsultan Finasial

Anda bingung kemana meng-investasikan uang anda???

Anda ingin mencari investasi yang menguntungkan anda???

Anda capek menjadi pegawai dan ingin mengubah cash flow anda???

Hubungi kami segera!!!

Kami siap membantu dan melayani anda dalam bidang investasi.

Informasi yang kami sediakan bukan asal-asalan, tapi informasi yang pasti berguna bagi anda.

Hubungi kami di 081325646668 atau bnm_cl@yahoo.com

Segera berinvestasi dan hidup anda pasti berubah menjadi lebih baik!!!

Konsultan Sipil

Apabila anda kesulitan dalam merencanakan pembangunan tempat tinggal anda, tempat usaha anda, atau anda hendak merenovasi bangunan rumah, ruko, atau bangunan lain.

Percayakan kepada kami!!!

Anda akan mendapat full servis yang berkualitas, desain yang menarik, dan harga yang kompetitif.

Segera hubungi kami di 081325646668 atau email di bnm_cl@yahoo.com

Kami mengedepankan mutu dan pelayanan terhadap konsumen.

Selasa, 15 April 2008

Trading Forex

trading forex merupakan salah satu pekerjaan yang mampu menghasilkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
trading forex sangat berguna bagi siapa saja yang mempunyai mental investasi, yaitu sabar dan melakukan apa yang harus dilakukan.
banyak situs-situs yang menawarkan live account untuk trading forex, seperti north finance, maketiva, crown forex, dsb.
saya pun sudah memulai bisnis ini 4 bulan yang lalu dan saya mendapatkan banyak ilmu dan sedikit uang..he..
tp saya yakin bisnis ini adalah bisnis yang menjanjikan. untuk lebih jelasnya anda bisa browsing di belajarforex.com
hati-hati terhadap penipuan yang berkedok trading forex.
selamat investasi dan sukses!!!

Jumat, 08 Februari 2008

banjir trus....

duwww......hujan bentar banjir, ga hujan rob.....
waa....Semarang emang venezia dari timur........

banyaknya ahli hidrologi tetap tidak mampu mengatasi banjir.....
payah...

yang salah siapa ya....???

Sabtu, 19 Januari 2008

Kesehatan Pak Harto

keadaan fisik Pak harto akhir-akhir ini menjadi sorotan utama publik. Kesehatan yang tidak stabil karena faktor usia menyebabkan Pak Harto harus keluar masuk RS beberapa tahun ini.

sungguh sangat ironis, mantan Presiden yang dulu sangat disegani dan ditakuti sekarang tergeletak lemah di RS dan hidupnya tergantung dengan alat-alat kedokteran.

di satu sisi hal tersebut mencerminkan bahwa Pak Harto juga manusia biasa. namun di sisi lain banyak pendapat mengatakan hal itu adalah karena dosa masa lalu beliau.

sungguh tidak adil bila kita memvonis sedemikian rupa. apa yang menjadi dosa maupun pahala itu adalah otorita Tuhan semata.

biarlah apa yang menjadi kehendakNya kita terima apa adanya.

yang perlu kita lakukan adalah mencoba selalu berada dalam 'track' yang benar.

Jumat, 28 Desember 2007

sedimen berkonsentrasi tinggi

A. Pengertian Umum
Didalam dunia teknik sipil kita mengenal tedapat dua macam aliran sedimen. Yang pertama adalah aliran sedimen biasa dimana didalam alirannya masih dapat terlihat antara sedimen dengan air yang membawa sedimennya. Contoh dari aliran ini adalah aliran sungai.
Yang kedua adalah aliran sedimen berkonsentrasi tinggi, yaitu aliran yang bergerak seperti fluida. Aliran ini mengandung konsentrasi sedimen yang sangat tinggi dan bersifat destruktif. Aliran sediment berkonsentrasi tinggi dapat disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi, runtuhan salju, gunung berapi, dan aktivitas manusia. Contoh dari aliran ini adalah mudflood, mud flow, dan debris flow.

A.1 Mudfloods
Mud floods adalah tipe aliran sedimen berkonsentrasi tinggi dimana partikel-partikel pengisinya bersifat non kohesif (pasir). Kandungan pasirnya (Cv) berkisar sampai 40 %. Mud floods bersifat turbulen. Mud floods merupakan aliran yang sangat kental. Kecepatan alirannya sangat tinggi dan seringkali bersifat super kritis (Fr > 1).
Cara penanggulangan mud flood dapat dilakukan dengan channel lining with concrete atau riprap grouting. Juga dapat digunakan debris fences (pagar untuk aliran debris), deflectors, dan sabo dams.


A.2 Mud flow
Mudflows merupakan airan sedimen berkonsentrasi tinggi dimana sedimen yang mengisinya adalah silts dan clay (< 0.0625 mm). Mudflows mempunyai ciri seperti aliran fluida yang kental. Berdasarkan penelitian laboratorium volume sedimen yang terkandung dalam mudflows adalah sebesar 45 % < Cv < 55 % (O’Brien, 1986). Mudflows memiliki kekentalan yang sangat tinggi dan dapat melaju pada jarak yang cukup jauh pada kemiringan yang tidak curam dengan kecepatan yang rendah dan meninggalkan endapan-endapan pada daerah yang dilaluinya. Fr mudflow rendah. Cara penanganan mudflow dapat dilakukan dengan deflection walls.


A.3 Debris Flow
Debris flow, sering disebut dengan mudslides (longsoran lumpur), mudflows (aliran lumpur), lahar, atau longsoran, merupakan tipe tanah longsor berkecepatan tinggi. Debris flow biasanya terjadi selama periode hujan lebat atau longsoran salju. Debris flow biasanya terjadi pada perbukitan yang curam yang kecepatannya sekitar 10 mil per jam dan dapat mencapai 35 mil per jam. Kekentalan debris flow lebih rendah dari pada mud flood.
Debris flow mempunyai daya hancur yang tinggi. Aliran debris dapat mengangkut batuan besar, pepohonan, bahkan mobil dan apabila aliran ini masuk ke dalam saluran maka daya hancurnya dapat meningkat. Volume dari aliran debris dapat berkembang karena penambahan air, pasir, lumpur, batuan, pepohonan, dsb. Ketika aliran debris mencapai permukaan yang datar maka aliran akan menyebar di area tersebut.
Daya rusak aliran debris yang paling besar terjadi apabila pada aliran tersebut adalah letusan dari gunung berapi. Contohnya adalah letusan gunung St. Helen yang terjadi pada tahun 1980 di Amerika Serikat.
Umumnya ada 3 penyebab aliran debris yaitu: progressive erosion, block landslide dan debris dam collapse. Masing-masing tipe selanjutnya mengalir dalam bentuk aliran debris.
Progressive erosion dan block landslides, khususnya soil slips yang terjadi di channel daerah pegunungan dan lereng yang curam dapat dipicu oleh curah hujan dengan berbagai variasi, dengan frekuensi yang berbeda dari aspek waktu dan tempatnya
Debris flow adalah longsor berkecepatan tinggi yang terjadi di seluruh dunia. Aliran ini sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dan lingkungannya karena aliran ini bergerak dengan cepat, menghancurkan obyek yang menghalangi jalannya, dan sering kali terjadi tanpa tanda-tanda peringatan terlebih dahulu.
Debris Flow biasa ditanggulangi dengan cara pembuatan Sabo Dams.
C. Area-area Yang Berbahaya

Terdapat beberapa area yang rawan terkena imbas dari aliran sedimen berkonsentrasi tinggi. Area-area tersebut adalah:

A. Daerah bawah bukit, saluran sungai, dan area-area yang dekat dengan outlet dari bukit atau sungai merupakan area yang berbahaya.
B. Daerah kaki bukit
C. Daerah persimpangan jalan dan daerah galian.
D. Daerah saluran untuk runoff












DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Debris-Flow Hazards in the United States. 1997. USGS (United States Geological Survey).

Anonim, Landslide and Debris Flow (Mudslide). 1996. National Disaster Education Coalition (American Red Cross, FEMA, IAEM, IBHS, NFPA, NWS, USDA / CREES, and USGS).

Anonim, Landslide (Mudslide) Safety. 2003. Department of Health and Human Sevices, Centers for Desease Control and Prevention.

Julien, P. Y. and Leon, C. A. Mud Floods, Mudflows and Debris Flows Classification, Rheology and Structural Design. 2000.

O’Brien, J.S. and Piere, P. Y. Physical Properties and Mechanics of Hyperconcentrated Sediment Flows. 1984. Proceedings of a Speciality Conference in Utah State University.

Sohn, Y. K, Rhee, C. W. and Kim, C. B. 1999. Debris Flow and Hyperconcentrated Flood-Flow Deposits in an Alluvial Fan, Northwestern Part of The Cretaceous Yongdong Basin, Central Korea. The Journal of Geology, Vol. 107, pages 111-132, The University of Chicago.